malam ini, ketika hampir semua barang yang ingin aku bawa besok sudah rapi dikemas kedalam tas ransel. langit merah padam karena mendung yang menutup rembulan diatas sana seperti iri karena bahagia yang bersinar pijar dihati. tanpa terasa kerinduan yang dalam terhadap rumah akan segera mencair. seolah telah tampak dipelupuk mata pohon mangga yang belum juga berbuah dihalaman rumah, senyum penuh kasih ibuku yang selalu hangat juga raut terkejut teman-teman kecilku setiap kali aku pulang dari perantauan. perasaan tak sabar untuk segera tiba diesok siang membuat mata ngantukku bertarung dengan gejolak rasa berdebar dihati, membuat tidur bagai sepatah kata yang sulit dieja.
satu tahun sudah sejak kepergianku yang terahir. rasanya begitu cepat waktu berlalau, dan entah kenapa justru enam jam kedepan ini terasa lebih lama dari semua malam yang telah khatam. ada perasaan tak sabar yang luar biasa untuk segera melintasi 10km sebelum rumah, sawah-sawah yang biasanya sudah mulai digarap untuk menyambut musim kemarau. tanah-tanah kering yang biasanya selalu menawarkan keuntungan lebih dari musim penghujan karena kesempatan bercocok tanam tembakau yang memiliki harga jual lebih mahal dari gabah. pemandangan klasik yang akan mengiringi setiap meter tertempuh dan akan selalu membuat hati terenyuh.
aku jadi hanyut kembali dengan kenangan-kenangan masa kecilku dulu. menangis karena kalah ketika bermain gundu. atau ketika tertawa setelah bermain bola diderasnya hujan. moment-moment sederhana tanpa ice cream dan tamia yang selalu membuat diri larut dalam kenaifan. aku berharap esok ketika dirumah, teman-teman kecilku juga sedang tidak kemana-mana. aku berharap bisa melewati malam sambil bercengkrama dengan mereka, seperti kemarin yang sudah-sudah.
sejak lulus sekolah, aku lebih banyak menghabiskan waktu dikampung orang. sebagai perantau, kesempatan pulang adalah anugerah tak terkira untuk dinikmati dan selalu menjadi salah satu hal yang paling dinanti. aku terlahir disebuah daerah yang belum begitu terestuh oleh timpangnya pembangunan, sehingga kesempatan adalah langka adanya. keluargaku tak memiliki ladang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin melonjak, sehingga hijrah ketanah rantau menjadi sebuah adat yang lahir bukan dari istiadat, tapi menetas dari cangkang kebutuhan dan desakan situasi. lapangan kerja yang susah didapat membuat kota-kota semakin padat, dan desa-desa seperti kampung kami semakin lengang ditinggalkan pergi oleh penduduk pribumi yang harus hanyut oleh derasnya arus urbanisasi.
sebelum aku tunduk terhadap rasa kantuk, sebelum doa-doa larut mengantarkanku kegerbang nyanyak, sebelum mimpi-mimpi membuai malam indahku menjadi lebih indah. aku ingin berbagi kepada kalian yang sedang dijerat kerinduan dahsyat terhadap tanah kelahiran. aku ingin berbagi tentang perasaan tabah yang selalu mampu menaklukkan godaan. aku ingin meyakinkan bahwa suatu saat akan tiba giliran kalian. dan sebelum lelah benar-benar menengelamkan kantukku. aku ingin berbisik pada jiwa-jiwa risau itu, " hanya orang-orang yang melakukan perjalanan panjang seperti kitalah yang akan mengerti indahnya makna kata pulang". bertahan demi masa depan, bersabar demi hidup yang lebih besar, berbuat demi esok yang lebih kuat, dan tetep yakin kepada Nya yang akan memberi ijin.
selamat tidur saudara-saudaraku yang biasa dipanggil "pendatang", sandarkan penatmu dibunga tidur terindah, mimpikan mahkota dan singgasana yang mewah, saat inilah waktunya kalian lepas dari semua tekanan. dan percayalah. esok disebuah pagi yang akan tetap indah walu seperti apapun cuacanya, kau akan terjaga dan tergesa. seolah waktu akan berhenti disitu.seolah jalanan akan segera lenyap tak berbekas. dan kau akan berlari kencang lebih cepat dari waktu yang berjalan. saat-saat dimana kau akan mencerna dengan mata jiwamu sebaris kalimat sederhana yang selama ini dinanti. " hanya orang-orang yang melakukan perjalanan panjang seperti kitalah yang akan mengerti indahnya makna kata pulang". selamat tidur saudaraku. aku wakili kegundahanmu, aku mengerti risaumu. dan aku rasakan rindumu. sampai jumpa saudaraku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar